4 spesialis perampok bandar ayam, dibekuk polisi

Pihak Kepolisian Restro Jakarta Selatan berhasil membekuk empat komplotan spesialis perampokan dengan kekerasan yang sering beraksi diwilayah Ciputat Tangerang Selatan. Para pelaku yang terkenal sadis tersebut sering menjalankan aksinya terhadap para pengusaha ayam potong diwilayah tersebut.

“Karena mereka hanya mempunyai link pengusaha ayam, jadi mereka merampok seputaran itu,” terang Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Hermawan dalam keterangan persnya, Jumat (29/6).

Hermawan menjelaskan para tersangka adalah buruhan pihak kepolisian sejak tiga tahun lalu. Kompolotan tersebut sudah melakukan aksinya sebanyak 3 kali dengan tahun yang berbeda. Dua kali perampok tersebut beraksi di Jl AMD dan terakhir di Jl K.H Dewantoro, Ciputat. Dalam menjalankan aksinya pelaku juga terkenal sadis. Karena para pelaku tidak segan melukai korbannya dengan senjata tajam.

SM alias manto bertugas sebagai aktor pencurian dan eksekutor pencurian. AS alias Pandi berperan sebagai eksekutor pencurian. IS alias Imam bertugas sebagai pemberi informasi dan perencana kejahatan kepada calon korban. Sedangkan ST alias Tardek sebagai pemberi informasi pembawa uang.”Pelaku terkenal sadis dan tidak segan melukai korban dengan senjata tajam,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan dalam menjalankan aksinya komplotan tersebut sudah mengincar para korbannya dan mengintai sebelum menjalankan aksinya. Bahkan AS alias Pandi dan SM alias Manto terkenal sering melukai korban dalam menjalankan aksinya. Aksi nekat keduanya juga bahkan sering langsung masuk kerumah korban dan mengambil uang dengan ancaman senjata tajam.

“Sebelum menjalankan aksinya, ke-empat pelaku punya tugas masing-masing,” tandasnya.

Para pelaku sendiri berhasil diamankan kepolisian pada tanggal 22 Juni lalu berdasarkan keterangan korban yang mengenali salah seorang tersangka. Dari tangan para pelaku polisi berhasil menyita 2 bilah golok, 2 unit sepeda motor dan 1 buah senjata api mainan.

Akibat perbuatannya kini pelaku mendekam ditahanan Mapolres Jakarta Selatan. Para pelaku juga dijerat dengan pasal berlapis yaitu dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan serta pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

 

 

 

This entry was posted in SAT INTELKAM and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *