Lanjutan Unjuk Rasa KASBI PT Pertamina Di Depnakertrans

Humas Setiabudi : Rabu 18 Juli 2012 jam 14.50 wib di kantor Kemenakertrans RI, Jl. Jend Gatot Subroto, Setiabudi, Jakarta Selatan telah berlangsung pertemuan antara perwakilan Karyawan Pertamina Indramayu mengatasnamakan KASBI ( Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia ) yang berjumlah 10 orang Pimpina Nining Elitos/ Iwan Setiawan dengan Pihak PT.Pertamina (Persero) 5 orang Pimp. Ali Mudakhir, dan dimediasi oleh Kemenakertrans RI oleh Bpk. Sahat Sinurat ( Dir. PHI ), Ibu Nur Azizah ( Dir. Pengawasan Norma Kerja ) dan dihadiri oleh Kadisnaker Indramayu Wawang Irawan dan H. Sukarno ( Anggota DPRD Kab. Indramayu )
Hal-hal yang disampaikan :
-Nining Elitos :
1. Agar pertemuan ini ada hasil dan pihak pertama yang melakukan pertemuan ini berkompeten dalam mengambil keputusan
2. Pertamina di bawah naungan BUMN mempekerjakan karyawan pertamina dengan sistem outsourcing, apakah pertamina siap mengahapus sistem kerja kontrak ( Outsourcing )
3. Permasalahan di Indramayu sudah berlangsung berbulan-bulan, setiap musibah atau kecelakaan kerja yang terjadi saat bekerja tidak pernah memberikan santunan yang seimbang dari peusahaan outsourcing Pertamina.

Tanggapan Pihak Pertamina / Bpk. Ali Mudhakir :

1. Pihak Pertamina setiap ada pekerjaan harus melakukan tender dengan pihak Vendor dan pemenang Tender diwajibkan merekrut/mempekerjakan pihak-pihak vendor yang tidk menang tender, sehingga seakan-akan karyawan tersebut bekerja terus menerus padahal induk/PT nya sudah berubah.
2. Pertamina menjamin ha-hak normati karyawan Pertamina yang divendorkan anak perusahaan melalui proses tender telah dijalankan dan dilaksanakan oleh karyawan Pertamina.

Tanggapan Kemenakertrans RI ( bpk. Sahat Siurat dan Ibu NurAzizah ) :
1. Meminta Pertamina pusat duduk bersama dengan karyawan Pertamina Indramayu untuk membahas pekerjaan utama dan penunjang apa saja yang di outsourcingkan dan dipekerjaan non outsourcing.
2. Sepanjang peraturan Outsourcing belum dicabut oleh pemerintah pusat, maka mau tidak mau kita harus tunduk terhadap aturan tersebut.
Kemenakrtrans RI dalam waktu dekat akan membahas Undang-undang No.220 dan 101 tahun 2008 untuk menyesesuaikan aturan Outsourcing dengan putusan MK.

Tanggapan Kadisnaker Indramayu ( Bpk. wawang Irawan ) :
Jika ini menjadi Isu nasional, kami meminta putusan di serahkan Pertamina pusat maupun Kemenakertrans RI, sehingga di daerah tinggal menjalankannya dan melakukan pengawasan kerja.
Cacatan sementara hasil pertemuan :
1. Apabila dalam pertemuan saat ini pihak PT. Pertamina Indramayu tidak memberikan jawaban apapun kepada Buruh, maka Buruh akan kembali turun ke jalan baik di Indramayu maupun di Jakarta.
2. Pihak PT.Pertamina Bpk. Ali Mudhakir menyampaikan bahwa Pertamina tidak bisa memberikan jawaban saat ini karena perlu adanya pembahasan lebih lanjut
Sedangkan dari pihak KASBI / Nining Elitos menyampaikan tidak dapat menerima hal tersebut karena permasalahan tersebut sudah dibahas dari bulan Mei 2012.

B. Pukul 16.45 wib pihak PT.Pertamina diberi waktu oleh Kemenakertrasn RI untuk melakukan koordinasi sebelum memberikan jawaban atas tuntutan Buruh.
Pukul 17.20 wib pertemuan dimulai kembali dan setelah pihak PT.Pertamina serta Pihak Buruh /Karyawan Outsourcing PT.Pertamina menyampaikan pernyataannya terkait Upah, Bonus dan lainya, akhirnya disepakati bersama point-point sebagai berikut :
1. Untuk penyelesaian permasalahan Upah pekerja Outsourcing dilakukan pada tanggal 03 september 2012 s/d 30 November 2012.
2. Memperhitungkan masa kerja dalam mneyusun struktur upah dan memperhitungkan tingkat keahlian.
3. Pelaksanaan atas rumusan permasalahn pengupahan tersebut telahdi sepakati dilaksanakan bulan Januari 2013.
4. Pada saat perundingan penyusunan struktur Upah, mengikutsertakan pihak Kemenakertrans RI, Pihak Pertamina, Serikat pekerja dan Pihak Vendor dimana pihak vendor hanya sebagai pendengar/ peninjau dan tidak terlibat dalam pengambil keputusan.
5. Untuk penetapan skala upah sebagaimana point 4, masa kerja masing-masing buruh diperhitungkan sejak hari pertama buruh tersebut bekerjadi lingkup usaha PT. Pertamina dana anak-anak perusahaannya meskipun vendor berganti.
6. Besaran dan mekanisme santunan migas akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.
7. Permasalahan Bonus akan dibahas dalam pertemuan selanjutnya.
8. PT.Pertamina menjamin tidak akan ada PHK pada setiap buruh alih daya setelah proses perundingan pada hari ini, kecuali ada pelanggaran menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku
9.PT.Pertamina, anak-anak perusahaan dan vendornya tidak akan melakukan intimidasi dalam bentuk apapun kepada setiap buruh alih daya.
10.Untuk penyelesaian core dan non Core serta perjanjian kerja waktu tertentu Kemenakertrasn akan mengundang phak PT.Pertamina dan pihak SP sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pukul 00.15 wib pertemuan selesai, selnjutnya masing masing pihak menunggu copy hasil dari kesepakatan bersama tersebut. Pukul 00.45 wib pertemuan ditutup selanjutnya pihak-pihak peserta pertemuan meninggalkan ruangan. Pukul 00.50 wib perwakilan Buruh Outsourcing PT.pertamina Indramayu / KASBI bergabung dengan temannya 490 orang yang menunggu di di dalam 10 Bus  dan meninggalkan Kantor Kemenakertrans RI,  setelah dipaksa untuk meninggalkan Kantor Kemenakertrans oleh Petugas Polri Yang melakukan pengamanan. Situasi aman terkendali.
Dilakukan pengamanan dari Brimob PMJ, Dalamas PMJ, Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Metro Setiabudi, sebagai Dan Pam Obyek Wakapolsek Metro Setiabudi Kompol Wardin Palada.

This entry was posted in POLSEK METRO SETIABUDI and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *