Launching Pelayanan Kartu INAFIS di Polres Metro Jaksel

Selasa (17/04), bertempat dihalaman Polres Metro Jakarta Selatan, Polri luncurkan Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (INAFIS), sebuah sistem untuk pendataan seluruh masyarakat. Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Komjen Pol Sutarman, menuturkan  Kepolisian melaunching INAFIS Card yang merupakan bagian dari identifikasi penduduk Indonesia secara keseluruhan.

“Kita berharap seluruh penduduk Indonesia sudah terdatakan dalam server komputer dan terpusatkan di negara. Kita punya identifikasi INAFIS, sidik jari yang dimiliki oleh kita, tapi di satukan dengan e-KTP yang sekarang dibangun,” ujarnya dalam acara Launching INAFIS Card.

Kartu INAFIS akan merangkum berbagai aspek data yang dimiliki masyarakat. Di antaranya sidik jari, nomor rekening, foto, nomor kendaraan, nomor BPKP, nomor sertifikat rumah, catatan Bea Cukai, dan Imigrasi. Hal itu diharapkan bisa menghindari penyelewengan birokrasi.

“Begitu strategisnya sampai kalau ada pertambahan nilai kekayaan seseorang dari 10 menjadi 20, maka negara dimudahkan untuk mendebet pajaknya. Sehingga tidak lagi bertemu wajib pajak dan pemungut pajak. Ini akan menghilangkan bentuk-bentuk kolusi,” kata Sutarman. Lebih lanjut, ia menyebutkan keuntungan yang diberikan oleh kartu INAFIS. Ketika warga harus membayar denda tilang, denda tersebut langsung dipotong pihak bank. Denda dibayar dengan kartu INAFIS.

Acara launching INAFIS Card ini sendiri dihadiri oleh beberapa pejabat Polri antara lain Kabaintelkam Polri, Kadiv Humas Polri, Kapus INAFIS Polri, Kabag Penum Polri, Kapolres Jajaran Polda Metro Jaya, perwakilan Kapolres dari Polda Jabar dan Polda Jateng. Tidak luput, hadir pula tokoh politik Guruh Sukarno Putra guna menyaksikan acara launching INAFIS Card.

Sementara itu, Kepala Pusat INAFIS Bareskrim Brigjen Bekti Suhartono mengatakan kartu INAFIS berbeda dengan KTP elektronik (e-KTP). Perbedaan mendasar tersebut ada pada catatan kriminal di kartu INAFIS. Perbedaan lainnya, ucapnya, adalah kelengkapan data yang dirangkum di kartu INAFIS. Kartu tersebut dapat digunakan untuk berbagai kepentingan masyarakat.

“Kalau e-KTP kan hanya data kependudukan saja. INAFIS Card lebih luas fungsinya, bukan cuma administrasi kependudukan tapi juga lainnya,” jelas Bekti.

Bekti menambahkan, saat ini sudah ada 41 titik pembuatan kartu INAFIS di tingkat polres di Pulau Jawa. Untuk wilayah DKI Jakarta tersebar di tiga wilayah. Misalnya, ada 6 pos di Jakarta Selatan, ada 9 pos di Daan Mogot Jakarta Barat, dan ada 3 pos di Jakarta Pusat. Namun, peresmian perdana kartu INAFIS dilakukan di Polres Metro Jakarta Selatan. Pihaknya menargetkan seluruh penduduk Indonesia memiliki kartu INAFIS pada 2014.

Pembuatan kartu INAFIS tidak dipungut biaya bagi 5.000 pembuat pertama. Berikutnya, masyarakat dikenakan biaya sebesar Rp 35.000;. Pembuatannya pun dapat dilakukan dalam hitungan menit. Masyarakat, awalnya, membayar formulir pendaftaran di Bank BRI selanjutnya mengisi formulir sesuai identitas pribadi. Formulir dikumpulkan kemudian dilanjutkan dengan pengambilan foto. Sidik 10 jari tangan juga diambil untuk pembuatan kartu INAFIS. Pembuatan kartu INAFIS sendiri sesuai dengan amanat PP No 50 tahun 2010 tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP. (HUMAS JS)

This entry was posted in SAT INTELKAM. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *