Pam Aksi unjuk rasa di Kantor Kemenkes RI Jl. HR. Rasuna said Setiabudi Jaksel

Giat tgl 26-07-2016 Kemenkes
Selasa, tanggal 26 Juli 2016 jam 10.30 wib di Kantor Kementrian Kesehatan RI Jl. HR Rasuna Said, Setiabudi, Jaksel telah berlangusng giat unras dari Aliansi Kolektif Pimpinan Wilayah Relawan Kesehatan Indonesia Prov. DKI Jakarta, jumlah 15 orang, Pimpinan Sdr. Ali Sopian dan Martha Tiana, kedatangan massa pengunjuk rasa untuk Menuntut Arahan dan penjelasan dari pihak Kemenkes agar lebih transparansi terkait permasalahan Vaksin Palsu, pernyataan sikap massa aksi :

1. Meminta Kemenkes RI untuk segera membentuk Crisis Center yang tersentralisasi, guna mempermudah pengawasan, pendataan serta memastikan transparansi, akutabilitas dan kredibilitas tenaga serta penanganan terhadap anak pemberian vaksin palsu.
2. Meminta Kemenkes membentuk komite pengawas penanganan korban vaksin palsu yang terdiri dari unsur terkait (Masyarakat, perwakilan orang tua korban, komisi perlindungan anak & Ikatan Dokter anak Indonesia.
3. Memastikan seluruh pembiayaan penangan korban vaksin palsu menjadi tanggung jawab RS terkait.
4. Meminta Kemenkes RI melakukan pembenahan regulasi pengawasan & pengadaan obat, di institusi kesehatan dengan melibatkan unsur konsumen di dalamnya.

Massa aksi gelar Spanduk bertuliskan :

– Transparan data korban vaksin palsu
– Menuntut sikap tegas & arahan Kementrian Kesehatan trhdp dugaan vaksin palsu.
– Hak rakyat utk sehat dan bebas dari obat palsu

Selanjutnya pada Jam 10.50 s/d 12.00 wib 11 orang perwakilan pimpinan sdr. Ali Sofyan diterima oleh pihak Kemenkes RI yang diwakili oleh Ibu Siwi (Biro Komunikasi) dan Ibu Engko Sosialin (Ditjen. Farmakes).

Tanggapan Kemenkes :
1. Sblmnya kami telah menguji vaksin melalui Laboratorium memang ditemukan bahan-bahan dasar yang tidak sesuai (NaCL & antibiotik) yang berdampak minimal, namun yang kita khawatirkan adalah cara pemakaian yang merupakan jarum suntik yang dinilai tidak steril dan belum diuji, vaksin yang dikeluarkan oleh pemerintah secara gratis merupakan produksi dari Bio Farma dan saya tekan kan bahwa produk tersebut asli yang saat ini juga telah di Ekspor ke lebih 100 Negara melalui WHO.

2. Kami dalam menangani kasus vaksin palsu ini telah membentuk Tim Satgas yang bertujuan mendata dan penanganan korban vaksi palsu, selain intern kami juga telah bekerja sama dengan rekan-rekan kita di Gd. DPR secara serius menangani permasalahan ini dengan membentuk Panja yang intinya sama untuk mengusut secara tuntas kasus ini, mengenai penanganan kami telah mendirikan posko-posko ditiap-tiap daerah yang berperan mendata dan menangani vaksin ulang secara gratis.

3. Kami menjelaskan bahwa slama 13 tahun vaksin palsu ini telah beredar bebas di Indonesia kami hanya bisa menunggu perkembangan penanganan dari Bareskrim kerena institusi tersebut yang lebih berhak menjawabnya, kami tetap memberikan sanksi kepada rumah sakit maupun klinik yang terbukti menyalahgunakan pembelian vaksin yang diberikan kepada korban.

Selanjutnya pada jam 12.00 wib giat unjuk rasa selesai, massa membubarkan diri dengan aman dan tertib, situasi kondusif.

– Kuat Pam Kantor Kemenkes RI :
– Sabhara PMJ 35 Pers Pimp Ipda David Aryana
– Polsek Metro Setiabudi 10 Pers, Pimp Kompol Budi Cahyono, SH
– Intelkam PMJ 3 pers Kompol Fitriyanti

This entry was posted in POLSEK METRO SETIABUDI and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *