Polres Metro Jaksel Tangkap 3 Rampok Spesialis Minimarket

Aksi perampokan pada minimarket yang beroperasi 24 jam sempat meresahkan warga masyarakat. Sepertinya peristiwa tersebut sulit diungkap hingga jadi pembicaraan media massa yang memberitakan sepak terjang para penjahat.

Modus mengikat korban penjaga minimarket dengan sumbu kompor, tali sepatu dan  kabel tis tidak luput dari pemberitaan, meskipun direkam aksi para penjahat melalui kamera CCTV, bukannya mereka jera tapi malah menggondol alat perekam CCTV dan kamera pengintainya untuk menghilangkan jejak.

Kelihaian penjahat ternyata tidak melulu dilindungi maha pencipta, berawal dari perampokan di minimarket AlfaMart jalan Bangka Raya No. 31 A Mampang Prapatan, Senin 3 Juli 2012 yang mengakibatkan kerugian mencapai 45 juta rupiah, akhirnya kasus ini terungkap

.          Kamis, 5 Juli 2012 Kabid Humas Polda Kombes Pol Drs Richwanto, SH,Mkum dan Kapolres Metro Jaksel Kombes Pol Drs Imam Sugianto,Msi didampingi Kasat Reskrim AKBP Hermawan,Sik menggelar konfrensi pers kasus pencurian dengan kekerasan spesialis minimarket yang meresahkan warga jabotabek.

Tiga orang rampok spesialis minimarket tersebut inisial KMD, 31 tahun, MHD, 41 tahun dan WS aliat Meot, 26 tahun berhasil ditangkap pada tempat yang berberda  Kamis 5 Juli 2012 dini hari.

“ Pengungkapan yang dipimpin Kasat reskrim AKBP Hermawan berhasil menangkap pelaku KMD, 31 tahun di Bintara Jaya Bekasi  Timur dari pelaku ini berkembang penangkapan ke wilayah Kemayoran Jakarta Pusat ”. Kata Kabid Humas

Di Jakarta Pusat kampung Serdang Cempaka Putih petugas terpaksa melumpuhkan  MHD, 41 tahun karena melarikan diri naik keatas genting rumah, meskipun sudah diperingati oleh petugas tapi tetap saja kabur akhirnya dilakukan upaya.

“ Saat penggerabekan di rumah MHD ternyata pelaku melawan dengan melarikan diri selanjutnya petugas memberikan peringatan tapi idak diindahkannya selanjutnya ditembak  akhirnya meninggal”. Tambah Kombes Ricwanto.

“ MHD adalah otak dari serangkaian perampokan pada  minimarket  yang buka 24 jam di wilayah jabotabek” . paparnya.

“ Selain MHD yang berdiam di kampung Serdang Cempaka Putih Jakarta Pusat, atas petunjuk dari KMD  ternyata WS aliat Meot juga berada disana dan berhasil ditangkap juga” . Tambahnya lagi.

Sudah 38 tempat minimarket yang disatroni tiga orang penjahat spesialis minimarket terutama yang diaktori oleh MHD dengan penghasilan hingga 800 juta rupiah, 4 minimarket yang dirampok ada di wilayah Jakarta Selatan yaitu wilayah Jagakarsa, Pamulang, Ciputat dan terakhir di Bangka mampang Prapatan. 38 kali perampokan tersebut dihitung sejak Januari 2012 sampai sekarang ditangkap menggunakan mobil Avanza.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Drs Imam Sugianto, Msi mengatakan para perampok ini sudah 38 kali melakukan aksinya yang diotaki oleh MHD, aksinya selalu mengarah pada minimarket yang buka 24 jam dikarenakan pada waktu tertentu minimarket tersebut sepi pengunjung sehingga menjadi sasaran penjahat.

“ Sasaran para pelaku prampokan adalah minimarket yang buka 24 jam dan pada saat pengunjung sepi”. Papar Kapolres.

“ Setiap kali merencanakan aksinya, MHD selalu menyiapkan tim rampok dan menyusun rencananya  di rumah”. Tambahnya.

Ternyata perampok ini juga gemar mengkonsumsi narkoba hal tersebut diperoleh dari hasil penggeledahan pada rumah tersangka ada heroin, ganja dan insulin.

“ Ditemukan heroin dan insulin dirumah tersangka MHD”. Jelas Kapolres.

Pada gelar konprensi pers tersebut digelar barang bukti alat kejahatan yang digunakan para perampok, hasil kejahatan yang didapat dan narkoba yang ditemukan di rumah MHD dan WS alias Meot. Barang bukti tersebut antara lain   9   buah golok , 1 badik, 1 buah samurai kecil dan 1 buah gunting, 2 Buah palu  dan  6 obeng,  1 set master key,  dan 2 buah kunci T, 7 buah topi , 4 buah penutup wajah, 5 masker dan 2 buah slayer, :           3 pak kabel tis  dan  1 bundel tali sepatu warna hitam ,1 bungkus kecil ganja , putau dan insulin dan 1 gulung aluminium foil, plat nomor B 1736 JK, 26 buah HP dan 105 kartu Perdana,           2 buah senter, 1 Set Decerder CCTV,  2 Buah Cash Book, kotak uang, 41 bungkus kabel conector /data, dan 2 buah sensor barcode, uang tunai Rp 3.376.000. Para pelaku ini dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan.  (Humas JS)

This entry was posted in SAT INTELKAM and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *