Polres Tangkap 2 orang tersangka Penyerang Kantor Tempo

Humas Res Jaksel, Minggu 17 Maret 2013 

Dua orang yang ditangkap oleh Polres Jakarta Selatan terkait penyerangan kantor media Tempo di Kebayoran Centre Jakarta kini masih dalam pemeriksaan. Dua orang ini dari sembilan orang pelaku yang diduga terlibat penyerangan pada Jumat (15/3) lalu. Kedua pelaku adalah Wahyudi, 33, dan Danu, 28.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Polisi Wahyu Hadiningrat, dalam keterangan persnya di kantornya mengatakan bahwa Wahyu ditangkap di kawasan Simprug, Jakarta Selatan pada Minggu (17/3) pagi, sedangkan Danu ditangkap di Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Minggu (17/3) sore.

“Untuk D (Danu), kita amankan di Lebak Bulus setelah dia sempat melarikan diri ke Jalan Sukabumi, Jakarta,” ujar Wahyu Hadiningrat kepada wartawan di Jakarta Selatan, Minggu (17/3).

Wahyudi yang berprofesi sebagai satpam itu saat penyerangan diketahui membawa tongkat satpam. Kini polisi mengamankan tongkat itu sebagai barang bukti. Sedangkan Danu saat penyerangan diketahui membawa parang, yang hingga kini masih dicari.

Hasil pemeriksaan sementara dari keterangan Danu dan Wahyudi, diketahui motif penyerangan adalah salah paham. Berawal dari teguran kasar salah seorang pelaku penyerangan terhadap sejumlah karyawan Tempo yang tengah bersantai di warung dekat kantor tersebut.

“Pelaku itu dalam keadaan mabuk minuman keras, setelah itu ada adu mulut, dan salah seorang pelaku pulang lalu memanggil teman-temannya dan langsung melakukan penyerangan, jadi tidak ada hubungannya sama pemberitaan,” katanya.

Kedua pelaku yang ditangkap, kata Kapolres diancam Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Keduanya diancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Kini pihak kepolisian telah mengantongi identitas tujuh pelaku penyerangan lainnya, dan hingga kini polisi masih terus melakukan pengejaran. Kepolisian mengimbau ketujuhnya untuk menyerahkan diri.
Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Hermawan dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa para pelaku saat penyerangan sempat mengaku sebagai anggota organisasi tertentu. Namun penyelidikan Polisi penyerangan itu tidak berkaitan dengan organisasi masyarakat tersebut.

“Para pelaku rata-rata adalah warga sekitar yang tidak memiliki pekerjaan jelas, penyerangan itu tidak ada hubungannya dengan organisasi masyarakat,” katanya

This entry was posted in PID RESTRO JAKSEL, POLSEK KEBAYORAN LAMA, SAT INTELKAM. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *