Suyatman gantung diri gara-gara isteri banyak hutang

Suyatman 60 harus menanggung beban berat hidupnya, selain menderita sakit komplikasi yang tidak kunjung sembuh, ia harus menerima beban berat membayar hutang yang dipinjam oleh isterinya dari seorang rentenir. Karena tidak kuat menanggung semuanya, pagi tadi ia nekat mengakhiri hidupnya dengan sebuah kain yang diikat diatas pohon sawo di Jl Jalan muara RT 06/ RW 03, Ranco Indah, Tanjung Barat Jakarta Selatan.

“Kalau untuk dugaan, sementara dari pak RT, masalah keluarga. Pertama kali ditemukan oleh warga,” terang Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa, Akp Budi Cahyono SH dilokasi kejadian, Jumat (13/7).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa korban dua hari lalu bertemu dengan ketua RT setempat untuk membicarakan perihal hutang yang kerap ditagih oleh deptcolector kerumahnya.

“Dua hari yang lalu, ketemu pak RT masalahnya hutang, dipanggil ke pak RT karena yang nagih dateng kerumah dia,” lanjutnya.

Hal senada juga dikatakan oleh tetangga korban bahwa isterinya yang bernama Ce ‘Eti sering meminjam uang kepada siapa saja. Bahkan ia istrinya tersebut sudah dikenal sejak dulu sebagai tukang hutang. Sementara ia mengatakan bahwa Suyatman juga menderita sakit yang kunjung sembuh.

“Dia sakit-sakitan, banyak utang bininya. dia penyakit gula, istrinya ce eti, dari dulu terkenal dari muda.. Suka pinjem utang, ” kata Maskana.

Seperti diberitakan sebelumnya, Suyatman (60) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan kondisi menggantung disebuah kebun kosong milik warga. Ia ditemukan oleh penjaga kebun bernama Nawawi sudah tergantung diatas pohon sawo.

Pihak kepolisian yang datang kelokasi kejadian, kemudian melakukan olah TKP. Sementara Jasad Suyatman diturunkan dan langsung dibawa kerumah duka untuk dikebumikan sesuai permintaan keluarga.

This entry was posted in SAT INTELKAM and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *